Titan, Saturnus : Lebih Besar dari Semua Cadangan Migas dan Batubara di Bumi

Awang Harun Satyana
Tue, 19 Feb 2008 22:14:49

Judul subyek di atas memang provokatif, tetapi itu yang dikemukakan oleh sebuah artikel baru yang dimuat di the Geophysical Research Letters edisi 29 Januari 2008. Artikel ini didasarkan kepada data terbaru yang dikirimkan dari wahana angkasa luar Cassini (NASA) yang sedang mengeksplorasi bulan Saturnus berwarna jingga : Titan. Studi atas penemuan Cassini ini dipimpin oleh Ralph Lorenz dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory.

“Permukaan Titan ditutupi oleh materi karbon, mirip pabrik zat kimia organik berukuran raksasa”, ujar Lorenz. “Cadangan karbon yang luar biasa ini merupakan jendela yang penting untuk menatap ke sejarah geologi dan iklim Titan.” Pada temperatur -179 C, Titan merupakan bulan raksasa yang sangat dingin. Daripada air, hidrokarbon cair dalam bentuk metana dan etana hadir di permukaan satelit Saturnus ini, dan zat bernama “tholin” menyusun “bukit-bukit pasir” (dunes)-nya. Istilah “tholin” digunakan oleh almarhum Carl Sagan, astronom terkenal, untuk menyebut molekul organik kompleks pada kimia pre-biotik (asal mula kehidupan)

Wahana angkasa luar Cassini telah memetakan sekitar 20 % permukaan Titan menggunakan radar. Beberapa ratus danau dan laut telah teramati, bukan berisi air tetapi berisi hidrokarbon cair yang kalau dijumlahkan cadangannya melebihi semua cadangan lapangan-lapangan migas di Bumi. Bukit-bukit pasirnya yang berwarna gelap dan tersebar sepanjang equator Titan mengandung volume zat organik yang kalau dihitung jumlahnya ratusan kali lebih besar daripada cadangan batubara di Bumi.

Ada lusinan danau metana dan etana di Titan yang masing-masing mempunyai volume
yang sama dengan seluruh cadangan terbukti gas alam di Bumi (130 milyar ton). Semua danau yang teramati ini didasarkan kepada data di wilayah kutub utara Titan. Bagaimana wilayah kutub selatannya belum diketahui dengan pasti sebab Cassini baru melintasinya sekali dan hanya nampak dua danau kecil.

Para ilmuwan memperkirakan kedalaman danau dengan membuat beberapa asumsi umum berdasarkan danau2 di Bumi. Mereka menggunakan luas dan kedalaman  rata-rata danau di Bumi sambil memperhitungkan topografi di sekitarnya seperti pegunungan. Di Bumi, kedalaman danau seringkali 10 kali lebih kurang daripada ketinggian topografi di sekitarnya. Di citra radar Cassini itu, semakin gelap warna danau semakin dalam.

Tetapi, bila semua cairan yang teramati di Titan ini adalah metana, maka ia juga akan menyebabkan greenhouse effect yang hebat. Para ilmuwan memperkirakan bahwa keberadaan danau metana di Titan ini hanya akan bertahan beberapa juta tahun karena ketika metana menguap ke atmosfer Titan, ia akan segera terurai, lalu lepas ke luar angkasa Titan. Bila metana ini telah habis, maka Titan akan menjadi jauh lebih dingin. Para ilmuwan percaya bahwa metana ini masuk ke atmosfer melalui mekanisme methane venting cryovolcanic eruptions – sebuah  etusan volkanisme dalam temperatur di bawah titik beku di Bumi yang tentu saja tidak pernah terjadi di Bumi.

Misi Cassini berrikutnya adalah terbang mendekati Titan pada 22 Februari Jumat
ini, instrumen radarnya akan mengamati dengan detail calon tempat pendaratan
Huygens probe yang akan berjalan2 di permukaan Titan mengamati dengan detail
satelit ini sambil melakukan ground-check atas citra radar yang telah diperolehnya.

Misi Cassini-Huygens merupakan proyek kerja sama antara NASA, ESA (Lembaga
Antariksa Eropa) dan Lembaga Antariksa Italia. JPL -Jet Propulsion Laboratory,
yang merupakan sebuah divisi di California Institute of Technology di Pasadena,
melakukan pengelolaan dan pemantauan misi ini untuk Direktorat Misi Keilmuan
NASA di Washington. Wahana pengorbit Cassini dirancang, dikembangkan, dan
dibuat di JPL. Instrumen radarnya dibangun oleh JPL dan Lembaga Antariksa
Italia, bekerja sama dengan banyak anggota tim dari negara2 Amerika Serikat dan
Eropa.

Demikian sekilas informasi terbaru.

Published in: on Maret 4, 2008 at 5:50 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://bughibughi.wordpress.com/2008/03/04/titan-saturnus-lebih-besar-dari-semua-cadangan-migas-dan-batubara-di-bumi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: