Petrified Forest di Banten

Beberapa tahun yang lalu, seorang ahli geologi mencoba jalan dari Bogor ke Pantai Carita via Jasinga-Rangkasbitung-Labuan, beliau sempat ke luar dari badan jalan masuk ke wilayah Leuwidamar, Lebak dengan menyusuri ke hulu Sungai Ciujung.

Mobil diparkir tak jauh dari tempat latihan infanteri sekitar Rangkasbitung. Yang sempat di saksikan adalah beberapa lahan yang dari jauh pun sudah kelihatan bahwa itu “petrified forests” (memang ini yang mau saya saksikan dengan memilih jalan Bogor-Carita via Rangkasbitung). Saya percaya bahwa umur pembakaran hutan ini akibat volkanisme Pliosen, atau paling tua Mio-Pliosen, oleh rangkaian gunungapi sekitar proto-Gn. Karang, Pulasari di utara atau Halimun di tenggaranya, katanya.

 

Nah, kalau kayu2 yang terbakar volkanisme purba ini dibongkar (kalau dibiarkan lama-lama juga habis), lalu dijual, apa yang mau kita lihat lagi, padang rumput ? Justru, harusnya diawetkan, diolah, dan dikemas jadi lahan geo-wisata, lalu disosialisasikan : Banten Petrified Forest. Bayangkan, kita jalan-jalan di areal hutan 7-5 juta tahun yang lalu. Lengkap dengan banyak informasi geologi, wah pasti akan lebih menarik, sekaligus memberikan pendidikan buat masyarakat. Ini akan menjadi objek geo-wisata yang langka, di dunia pun langka. Mengapa kita tak sayang akan warisan sejarah alam ini ?

 

Fenomena banyaknya petrified wood di Banten memang menarik (kebetulan saya pernah kerja di seputaran Cibaliung…… kira-kira 100km selatan Pandeglang), kata geologis yang lain. Di daerah tsb di seputaran Ujung Kulon petrified wood sangat melimpah tersimpan di dacitic tuff (pyroclastic flows), beberapa seukuran kayu gelondongan. Secara internal kami menyebut tuff ini sebagai Cibaliung Tuff. Dating yg pernah dilakukan (K-Ar) menunjukkan angka 4.95Ma.

 

Menariknya kalau kita jalan antara Rangkasbitung – Bogor, tepatnya di sekitar Cipanas, akan banyak dijumpai petrified wood ini (dijual dalam bentuk mentahnya, bahkan ada yg terpajang di pinggir jalan kira2 berdiameter 0.5 m dan panjang 30m. Sewaktu berkunjung ke tambang emas Pongkor di perbatasan Bogor dan Lebak, kita juga bisa amati dacitic tuff yang mirip Cibaliung Tuff, jadi spt-nya fosil-fosil kayu tsb berasal dari (terawetkan oleh) dacitic tuff tsb.

 

Seandainya ini benar, maka penyebaran dacitic tuff tsb memang sangat luas, dari selatan Pandeglang dekat Ujung Kulon sampai di daerah Pongkor yg memiliki rentang jarak lebih 200km. Wah… ini tentunya produk volkanisme besar, apalagi kalau mereka pyroclastic flows yang seumur. Saya membayangkan mungkin ini disemburkan oleh volkanisme berasosiasi dengan kaldera besar. Dimana ya?

 

Menarik untuk mengkaji source dari dacitic tuff ?? yang di sebutkan, kebetulan seorang geologis lain sedang ada project yang berhubungan dengan Cianten Caldera yang terletak Southeast dari Pongkor gold mine.

 

Dari hasil preliminary study didapatkan beberapa stages dari pembentukan Caldera yang hilang seperti :

 

1. Tidak menemukan adanya bukti-bukti ash fall tuff atau wellded tuff atau ignimbrite di sekitar atau di dalam caldera tsb, yang lazim di temukan kalau ada eruption besar.

 

2. Di caldera sendiri juga kita tidak melihat atau menemukan resurgent dome maupun post caldera activity lainnya, atau mungkin ini tidak selalu muncul dalam pembentukan suatu caldera (???) ada pendapat lain ??.

 

Apakah dacitic tuff yang di sebutkan berasal dari Cianten caldera ???, menarik untuk di diskusikan.

 

Dari Age dating yang dilakukan menunjukkan umur dari batuan Andesite (pre-caldera) rangenya antara 1.2 sampai 2.29 ma. Artinya material yang keluar ketika terjadi erupsi, lebih muda dari 2.29 ma. Kelihatannya Cibaliung dacite tuff jauh lebih tua (?). Mungkin perlu banyak age dating barangkali. Saat ini sedang menunggu hasil age dating dari beberapa samples yang dikirim ke Lab, mungkin nanti ceritanya bisa lain.

Published in: on Februari 16, 2007 at 10:55 am  Comments (3)  

The URI to TrackBack this entry is: https://bughibughi.wordpress.com/2007/02/16/petrified-forest-di-banten/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. Pernah dengar ttg Freemasonry yg katanya sangat tertarik sekali dgn Indonesia, karena Banten adalah dahulunya bagian dari Kerajaan Ratu Balqis (kisah Burung Hud-Hud). Oleh karena itu mrk ingin sekali menguasai Indonesia secara ekonomi sehingga pada tahun 1997 Indonesia dihajar badai Krismon yg mmg sudah dipersiapkan sejak Pakto 88.

    Mrk sangat intens dgn Indonesia karena ingin mengembalikan masa kejayaan Haikal Sulaiman. Komando penyerangan badai krismon waktu itu adalah George Soros dgn dibantu para Fund Manager dan juga rekan2 Indonesia yg sudah ikut masuk dalam himpunan mrk yg disinyalir melalui Lions Club or Rotari Club.

    Barangkali loh…

  2. urus becakmu saja.dan jangan lupa ancemon dan pepes oncomnya dimakan.jadi tidak grambyang meraja lela.

  3. kebetulan pd th 1992,sy menyusun TA ttg geologi daerah Cibungbulang dsk, sy menemukan tuff kristalin atau ignimbrit. di dinding air terjun ciaruteun dekat muara sungai Cianten, tepatnya di kampung Jatake-Ciaruteun., diperkirakan diendapkan pada kala pliosen atas s/d pleistosen. Jd kemungkian besar teori adanya kaldera cianten yang besar itu benar. bisa searing lagi nanti ya…thnks..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: